Senin, 25 November 2019

8 Cara Menenangkan Diri saat Stres

Stres
Stres (Foto: Thingstock)
MOTIVASInews.com – Bagi pekerja, baik itu bekerja sendiri di rumah atau dalam lingkungan kantor, yang namanya stres itu susah dihindari. Kalau sudah stres biasanya emosi kita tak stabil, dan bawaannya tak tenang. Sebelum diserang, simak yuk 8 cara mudah dan cepat untuk menenangkan diri saat stres.
1. Tarik napas dalam-dalam.
Harvard Medical School menyarankan agar kita memilih tempat di mana kita merasa rileks dan bisa menjernihkan pikiran, baru kita mulai bernafas dengan normal. “Kemudian cobalah menarik napas dalam-dalam: Tarik napas perlahan melalui hidung Anda, biarkan dada dan perut bawah Anda naik saat nafas Anda mengisi paru-paru,” kata Harvard. “Biarkan perutmu mengembang. Kemudian bernafas perlahan melalui mulut (atau hidung, jika itu terasa lebih alami).”
2. Tertawa.
Menurut Mayo Clinic, tertawa dan mencari humor dalam banyak hal itu sangat bermanfaat bahkan dapat mengurangi rasa sakit fisik, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu dalam berhubungan dengan orang lain, dan mengatasi kecemasan dan depresi. Tuh kan…
3. Dipijat.
Sebuah studi tahun 2005 dari University of Miami mengatakan, kadar kortisol (zat kimia yang diproduksi tubuh ketika Anda berada dalam situasi stres atau menakutkan) menurun loh setelah terapi pijat.
4. Bernyanyi.
Stres? Karaokean saja. Sebuah studi tahun 2014 di Jepang yang mengamati kesehatan lansia mengatakan bahwa setelah grup para senior itu bernyanyi, tingkat stres mereka menurun dan suasana hati mereka membaik.
5. Cium wewangian.
Bukan asal aroma, tentu saja. Aroma yang umum digunakan untuk melawan stres diantaranya lavender, lemon dan melati. Semuanya itu dikenal karena bisa meredakan kecemasan dan ketegangan. Minyak lavender juga kadang digunakan untuk mengobati sakit kepala.
6. Berhitung sampai 10.
The Anxiety and Depression Association of America merekomendasikan untuk perlahan menghitung hingga 10 atau 20 untuk memfokuskan pikiran pada sesuatu selain dari apa yang membuat Anda stres. Ini memang kedengarannya sederhana, tapi bisa menjadi awal yang baik untuk memulai loh. Coba saja.
7. Minum air putih.
The Anxiety and Depression Association of America mencatat bahwa kopi dan alkohol dapat membuat Anda dehidrasi dan mudah marah, goyah, atau stres, yang pada ujungnya nih memicu serangan panik. Sebaliknya, H2O akan membuat Anda tetap terhidrasi.
8. Kunyah permen karet.
Bukan karena biar kelihatan keren ya… Sebuah studi dari Australia menemukan bahwa mengunyah permen karet bisa mengurangi kecemasan dan stres, dan meningkatkan kewaspadaan dan menjadi lebih fokus.

Tips Sukses Menghadapi SBMPTN 2019/2020


  • Cobalah untuk meluangkan waktunya untuk mempersiapkan UTBK ini di jam luar sekolah. Misalnya saja selama 2 jam hingga 3 jam setiap hari. Kamu juga bisa mencoba les private atau mengikuti kursus untuk persiapan UTBK SBMPTN 2019 dan bisa juga belajar sendiri. Yang paling penting, kamu harus punya komitmen. Karena sulit jika kesadaran belajar baru muncul selang 1 minggu sebelum ujian.
  • Biasakan untuk memakai PC atau laptop, jika kamu awalnya jarang menggunakannya. Karena tes yang kamu hadapi nanti 100% menggunakan komputer. Namanya saja UTBK, sehingga kamu harus terbiasa mengerjakan soal latihan menggunakan komputer agar kamu bisa merasa nyaman saat menghadapi ujian SBMPTN 2019 nanti. Karena banyak orang terkadang gagal hanya karena gaptek dan tidak terbiasa menggunakan komputer.
  • Cobalah untuk mengikuti ujian tryout atau mengikuti simulasi UTBK. Ini termasuk salah satu tips sukses menghadapi SBMPTN 2019/2020, karena merupakan bagian dari gladi bersih sebelum kamu menjalankan ujian yang sesungguhnya. Salah satu keuntungan dari mengikuti ujian tryout adalah kamu bisa mendapatkan kesempatan situasi dan kondisi, beserta soal yang serupa dengan ujian yang asli.
  • Yang paling penting adalah jangan lupa untuk mencari informasi. Seperti yang kalian ketahui, bahwa SBMPTN di tahun ini berbeda sekali dengan tahun-tahun yang sebelumnya. Kamu harus selalu mengupdate informasinya jangan sampai ketinggalan informasi. Karena informasi SBMPTN ini selalu berkembang dan berubah-ubah. Terutama untuk urusan jadwal. Meskipun jadwal sudah fix keluar, namun detailnya bisa saja berubah.

Persiapan Sebelum Menghadapi SBMPTN 2019/ 2020

Sebelum menghadapi SBMPTN, maka salah satu tips sukses menghadapi SBMPTN 2019/2020 adalah kamu harus belajar efektif dan super praktis. Kumpulkan berbagai macam soal, entah itu dari soal tahun lalu, dari tempat les, dari ujian mandiri, dll berdasarkan TPS dan TKA yang akan kamu hadapi. Jadi, pelajari dengan sebaik mungkin materi yang akan diujikan.
Sedangkan untuk menghadapi TPS, ini jangan khawatir. Karena tes ini adalah untuk menguji kemampuan verbalmu dan nalarmu berdasarkan konsep matematika dasar. Jadi, meskipun tidak ada pelajaran resminya di sekolahmu, tapi sebenarnya secara tidak langsung kamu sudah mempelajarinya. Tes ini hampir sama seperti TPA. Maka dari itulah, cobalah untuk meluangkan waktumu sebentar untuk membaca ebook, media massa, dan jurnal.

Kini Saatnya Tentukan Pilihanmu!

Setelah memahami seperti apakah caranya agar bisa sukses, kini saatnya kamu untuk menentukan pilihanmu. Karena, kamu masih harus UTBK dulu sebelum menentukan PTN dan prodi. Jadi, kamu hanya punya 2 pilihan saja. Yaitu, apakah kamu akan mengambil prodi ketrampilan atau tidak dan ujian apa yang ingin kamu ikuti? Apakah Soshum atau saintek atau bahkan keduanya?
Kedua point ini begitu penting sekali karena berkaitan dengan bagaimana caramu mempersiapkan diri dalam menghadapi SBMPTN 2019 mendatang. Bia kamu ingin mengambil prodi keduanya, kamu harus belajar supaya bisa 1x UTBK Saintek dan Soshum. Berbeda lagi jika kamu mengambil olahraga atau seni, kamu hanya perlu mempersiapkan ujian tertulis dan latihannya saja di portfolio. Itu adalah tips sukses menghadapi SBMPTN 2019/2020.
Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 21 September 2019

Istilah-Istilah Dalam Balap Liar yang Jarang Diketahui

Istilah-Istilah Dalam Balap Liar yang Jarang Diketahui.


Balap liar jadi salah kegiatan yang sering dilakukan oleh anak-anak muda.

Meski dilarang, nyatanya balap liar masih sering kita jumpai.

Adu kebut motor ini ternyata punya beberapa hal yag menarik untuk dibahas.

Salah satunya adalah istilah-istilah yang ada di balap liar.

Istilah-istilah ini cukup asing di telinga orang biasa.

Namun begitu populer bagi para pecinta balap liar zaman now.

Dilansir dari Motorplus.grid.id (2/10/2017), berikut ini 10 istilah dalam balap liar yang jarang diketahui orang biasa.

1.Kecot: ketidak jelasan dalam hasil balap, karena finish motor seimbang alias rata.

2.gabrukan: permainan balap yang dilakukan dengan uang seadanya dan sekumpulnya di trek.

3.cengli: balapan yang adil, berani berkata jujur dan berani bilang kalah dan bayar taruhannya

4.gasblesyou: yel-yel penyemangat joki biar pede dalam balap, sebenarnya plesetan dari kata god bless you

5.ngemel: menyogok pihak berwajib agar bisa balapan dan gak dirusuhin pihak berwajib ketika balap berlangsung.

6.cepu: mata-mata polisi yang ada di anak balap liar.

7.selembaran: spek motor balap liar, paking selembar maksimal 1 mm paking kertas/tembaga.

8.bebasan: spek motor sama dengan FFA alias free for all, tak ada batasan spek mesin.

9.58an: spek mio piston maksimal 58/59 mm, selebihnya sesuai perjanjian.

10.palkor: istilah ini paling banyak dipakai, artinya seseorang yang dirasa kurang penting koment di media sosial atau ada di kehidupan nyata, palkor sendiri biasanya suka ada di dunia perdagangan spare part, hanya bertanya tapi tidak beli.

Gimana, sudah pernah mendengar kata-kata diatas tadi?

Minggu, 08 September 2019

Pengaruh letak geografis Indonesia yang tercinta ini


17 Pengaruh Letak Geografis Indonesia Beserta Pengertiannya

Letak Geografis Indonesia – Hallo sahabat, ada yang tau enggak letak Indonesia dari segi geografisnya ? Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian, pengaruh, keuntungan, kondisi letak geografis Indonesia. Sebelum memasuk pembahasan tersebut, kita akan mengulas terlebih dahulu tentang pengertian geografi. Ada yang tau enggak apa itu geografi ?
Geografi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta perbedaan atau persamaan keruangan atas fenomena fisik serta manusia yang berada di atas permukaan bumi.Geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu Geo (Bumi) dan Graphein (Menjelaskan atau Tulisan).Nah itu lah pengertian geografi secara singkat. Dari pengertian tersebut kamu pasti sudah memiliki bayangan mengenai letak geografis Indonesia.
Berikut ini adalah pembahasan tentang letak geografis Indonesia :
Daftar Isi Artikel
   Pengertian Letak Geografis Indonesia
    Pengaruh Letak Geografis Indonesia
        1. Indonesia Mempunyai 2 Musim
        2. Wilayah Indonesia Sangat Strategis
        3. Indonesia Kaya Akan Budaya
        4. Indonesia Menjadi Jalur Perdagangan Internasional
        5. Indonesia Menjadi Jalur Transit dan Lintas Internasional
        6. Indonesia Menjadi Negara Maritim Terbesar
        7. Indonesia Memiliki Keanekaragaman Hayati yang Melimpah
        8. Indonesia Menjadi Negara Agraris Terbesar
        9. Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Pariwsata
    Keuntungan Letak Geografis Indonesia
        Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Ekonomi
        Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Komunikasi
        Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Transportasi
        Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Sosial Budaya
    Kerugian Letak Geografis Indonesia
        Kerugian Letak Geografis di Bidang Ekonomi
        Kerugian Letak Geografis di Bidang Komunikasi
        Kerugian Letak Geografis di Bidang Transportasi
        Kerugian Letak Geografis di Bidang Sosial Budaya
    Kondisi Geografis Indonesia
        Letak Geografis Indonesia
        Topografi Indonesia
        Cuaca dan Iklim Indonesia
        Flora dan Fauna Indonesia
        Jenis Tanah Indonesia
        Sumber Daya Air dan Kelautan Indonesia
        Sumber Daya Mineral Indonesia

Letak Geografis Indonesia
Description: Letak Geografis Indonesia
Letak geografis merupakan letak suatu wilayah atau negara yang berdasarkan fakta dan berdasarkan pada keadaan alam disekitarnya. Letak geografis suatu wilayah juga berkaitan dengan letak astronomis, letak fisiologis, letak geologis, dan letak geomorfologis. Secara geografis Indonesia terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Astralia. Indonesia juga terletak antara dua samudera yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik. Lokasi ini sangat menguntungkan dan berpengaruh terhadap perkembangan negara Indonesia karena menjadi titik persimpangan jalur perdagangan Internasional antara benua Australia maupun benua Asia dan bahkan negara-negara Eropa lainnya.
Pengaruh Letak Geografis IndonesiaDescription: Keuntungan Letak Geografis Indonesia
Berikut ini adalah pengaruh dari letak geografis Indonesia :
1. Indonesia Mempunyai 2 Musim
Secara fisik, letak geografis Indonesia dilalui oleh angin muson. Angin ini berganti arah sebanyak dua kali dalam satu tahun. Kehadiran angin muson membuat negara Indonesia hanya mempunyai dua musim yaitu musin hujan dan musim kemarau.
2. Wilayah Indonesia Sangat Strategis
Indonesia diapit antara dua benua dan dua samudera. Keadaan ini membuat wilayah Indonesia sangat strategis sebab dilalui oleh jalur perdagangan Internasional baik itu dari laut maupun dari udara. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara yang berpotensi perekonomiannya baik.
3. Indonesia Kaya Akan Budaya
Pengaruh letak geografis Indonesia yang lainnya adalah berkaitan dengan budaya. Kekayaan budaya di Indonesia tidal lepas dari kebudayaan Negara yang terletak di sekitarnya. Budaya luar yang masuk di Indonesia lambat laun terasimilasi dan hasilnya Indonesia mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam dan khas.
4. Indonesia Menjadi Jalur Perdagangan Internasional
Letaknya yang sangat strategis menjadikan negara Indonesia dijadikan sebagai jalur perdagangan Internasional. Hal ini bisa menjadi peluang untuk dapat mengembangkan potensi wisata yang ada di Indonesia.
5. Indonesia Menjadi Jalur Transit dan Lintas Internasional
Indonesia merupakan jalur transit dan lintas Internasional yang menyebabkan negara Indonesia selalu di singgahi oleh pesawat-pesawat asing sebelum melanjutkan perjalanan ke negara atau benua yang lainnya.
6. Indonesia Menjadi Negara Maritim Terbesar
Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena mampunyai lebih dari 17 ribu pulau. Berdasarkan statistik Kementrian Kelautan dan Perikanan, hasil laut di Indonesia baru dimanfaatkan 48% dari potensi sebesar 6,7 juta ton. Bagaimana jika dimanfaatkan 100% ? Begitu melimpah dan luar biasa hasil laut Indonesia.
7. Indonesia Memiliki Keanekaragaman Hayati yang Melimpah
Letaknya yang berada dalam kawasan tropis membuat Indonesia kaya akan hasil hutan. Indonesia juga memiliki beraneka ragam jenis flora dan fauna yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya.Indonesia mempunyai hutan dengan luas 120,35 juta Ha yang merupakan hutan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Zaire. Hutan memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai paru-paru dunia serta menjaga keseimbangan iklim global.
8. Indonesia Menjadi Negara Agraris Terbesar
Indonesia terletak dalam kawasan yang beriklim tropis yang menyebabkan tanah di Indonesia sangat subur. Hal yang demikian ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai negara pertanian dan perkebunan.
9. Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Pariwsata
Selain letaknya yang sangat strategis, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dimana setiap pulau mempunyai keindahan yang luar biasa. Dan bahkan banyak pulau di Indonesia yang belum dihuni dan masih alami. Inilah yang menyebabkan banyaknya wisatawan asing yang mengeksplor daerah-daerah yang ada di Indonesia. Sehingga dari segi perekonomian dapat meningkatkan devisa negara.

Keuntungan Letak Geografis Indonesia
Description: Pengertian Letak Geografis
Selain memiliki pengaruh, letak geografis juga mempunyai beberapa keuntungan, yaitu :
Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Ekonomi

    Menambah devisa negara.
    Sebagai pusat perekonomian diantara dua benua dan dua samudera.
    Perkembangan pariwisata di Indonesia menjadi lebih pesat.
    Sebagai jalur perdagangan Internasional.
    Sebagai destinasi pariwisata utama.

Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Komunikasi

    Indonesia kaya akan bahasa.
    Indonesia bisa menguasai bahasa asing secara tidak langsung.
    Masyarakat dituntut dapat berbahasa Inggris karena merupakan jalur lintas Internasional.

Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Transportasi

    Percepatan infrastruktur di daerah-daerah Indonesia.
    Peningkatan transportasi untuk tujuan wisata.
    Peningkatantransportasi laut secara maksimal.
    Peningkatan akomodasi angkutan umum.

Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Sosial Budaya
    Pakaian Indonesia semakin modern.
    Adanya kulturasi budaya asing dengan budaya lokal.
    Mempunyai keanekaragaman budaya.
    Dapat dengan mudah menyebarkan budaya di Indonesia.

Kerugian Letak Geografis Indonesia
Description: Pengaruh Letak Geografis
Selain mempunyai keuntungan, letak geografis juga memiliki beberapa kerugian atau dampak negatif bagi Indonesia. Berikut ini adalah penjelasannya :

Kerugian Letak Geografis di Bidang Ekonomi
   Adanya pasar gelap yang masuk ke Indonesia.
    Eksploitasi secara besar-besaran.
    Persaingan global.

Kerugian Letak Geografis di Bidang Komunikasi
   Menguasai bahasa asing dapat mengakibatkan budaya lokal terus berkurang dan tidak menjadi prioritas lagi.
    Sulitnya menggunakan bahasa Inggris.
Kerugian Letak Geografis di Bidang Transportasi
    Tersingkirnya transportasi tradisional.
    Semakin padatnya lalu lintas karena jumlah imigran.
    Semakin bersifat konsumtif terhadap kendaraan dari luar negeri.

Kerugian Letak Geografis di Bidang Sosial Budaya
    Banyaknya budaya asing yang masuk membuat budaya lokal dapat terancam punah.
    Maraknya perilaku dari turis asing yang membawa pengaruh negatif bagi masyarakat Indonesia.
    Maraknya perilaku yang tidak sesuai dengan adat istiadat Indonesia dan norma-norma Indonesia karena pengaruh global.
Kondisi Geografis Indonesia
Description: Letak Indonesia Secara Geografis
Yang termasuk ke dalam unsur-unsur lingkungan fisik geografis meliputi unsur letak, relifef, iklim, dan cuaca, jenis tanah, flora dan fauna, sumber daya mineral, dan sumber daya kelautan.Dengan memahami unsur-unsur lingkungan fisik geografis suatu wilayah, maka kita dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan bahkan dapat memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal untuk kepentingan hidup.
Letak Geografis Indonesia
Indonesia terletak antara dua benua dan dua samudera. Yaitu benua Asia dan benua Australia serta samudera Hindia dan samudera Pasifik. Letak geografis ini sangat berpengaruh pada keberadaan wilayah Indonesia. Baik dilihat dari keadaan fisik, ekonomi, sosial, ataupun politik.
Topografi Indonesia
Relief atau topografi adalah keadaan tinggi rendahnya bentuk permukaan bumi. Penampakan geografis alam yang berhubungan dengan relief wilayah daratan tinggi terdiri dari dataran tinggi, gunung, pegunungan, lembah, dataran rendah, dan dataran pantai. Sedangkan relief daerah daratan perairan berupa danau, rawa, sungai, selat, teluk, dan terusan.
Cuaca dan Iklim Indonesia
Dalam ilmu geografi yang termasuk kedalam unsur-unsur cuaca dan iklim adalah arah angin, curah hujan, tekanan udara, suhu udara, dan kelembapan udara. Kondisi iklim Indonesia juga dipengaruhi oleh angin muson yang merupakan angin yang bertiup setiap enam bulan sekali dan selalu berganti arah. Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa sehingga menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis.
Flora dan Fauna Indonesia
Menurut kondisi bentuk geografisnya, jenis flora dan fauna di Indonesia terbagi menjadi 3 macam tipe, yaitu sebagai berikut :
    Tipe Asiatis, yaitu tipe flora dan fauna yang sejenis dengan yang ada di daratan Asia dan hidupnya di wilayah Indonesia bagian barat (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan)
    Tipe Asutralia, yaitu tipe flora dan fauna yang sejenis dengan yang ada di daratan Australia dan hidup di bagian timur wilayah Indonesia (Papua dan pulau-pulau di sekitarnya)
    Tipe peralihan, yaitu tipe flora dan fauna yang tidak dapat dijumpai di daratan Asia ataupun di daratan Australia. Tipe jenis hidup ini hidup di wilayah Indonesia bagian tengah (Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara)

Jenis Tanah Indonesia

Jenis tanah yang tersebar di wilayah Indonesia berjumlah skurang lebih 22 jenis tanah. Tidak semua jenis tanah itu subur. Tergantung pada 3 unsur penyebab kesuburan tanah, yaitu unsur hara, susunan butir tanah, dan kandungan air. Tanah yang terkenal di Indonesia karena tingkat kesuburannya adalah tanah vulkanik, tanah aluvia, tanah humus, tanah podzolit. Dan tanah yang kurang subur adalah tanah gambut dan tanah kapur.
Sumber Daya Air dan Kelautan Indonesia
Sumber daya air merupakan segala potensi air yang dikandung udara, di permukaan bumi, didalam tanah, dan proses yang dapat memberikan manfaat untuk semua makhluk hidup. Sumber daya keluatan merupakan segala potensi yang di kandung oleh permukaan dan di dasar laut yang dapat memberikan manfaat. Indonesia kaya akan berbagai jenis spesies ikan serta hasil laut yang lainnya.
Sumber Daya Mineral Indonesia
Sumber daya mineral merupakan segala potensi alam yang dimiliki berupa bahan galian yang terdapat pada perut bumi dan diperoleh melalui proses tambang. Indonesia kaya akan bahan tambang seperti minyak bumi,batu bara, timah, bauksit, nikel, besi, tembaga, perak, emas, aspal, gas alam, belerang, dan lain-lainnya.

Itulah pembahasan singkat mengenai letak geografis Indonesia dan kondisi alam Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya. Semoga dapat menambah wawasan kamu dan semoga bermanfaat , jika ada yang ganjal tolong dikomen dengan sopan ya teman teman

Selasa, 20 Agustus 2019

Mengenal sejarah dan budaya karo


Gua Umang
Gua(rumah) Umang yang banyak ditemukan di  wilayah
             -wilayah Karodiyakini tempat tinggal manusia Purba.
Hipotesa akan eksistensi keberadaan suku bangsa Karo ini sudah ada sebelum memasuki tahun Masehi, dapat disimpulkan dari beberapa tradisi dan catatan sejarah yang ada.  Menurut sejarah perkembangan Pemerintahan Kota  Madya Daerah TK II Medan, tahun 1925 dan 1926,Vain Stein  Callenfels menemukan tumpukan kerang(kjokkenmondinger) dan peralatan manusia pra-sejarah berupa serpih bilah(flaked pubbel-tools), lempeng batu, dan alat tumbuk lainnya yang masih sangat kasar di perkebunan tembakauSerintis, Buluh Cina, Tandan Hilir, dll. Selain itu, di beberapa daerah Karo di Deli Sedang, Kab. Karo, Langkat, Gayo, dan Alas juga banyak ditemui gua-gua umang(cakap(bahasa) Karo, umang dipakai untuk menyatakan manusia yang masih primitif, hidup di gua-gua, dan pemakan kerang) yang didalamnya bertuliskan Karo(Surat Aru/Haru).  Hal-ini  dapat dijadikan sebagai bukti  dan membuat para  ahli menyimpulkan bahwa manusia purba telah hidup di wilayah Karo setidaknya sekitar 10.000 tahun lalu. Manusia-manusia purba ini hidup di wilayah Karo sekitar 4.500 – 2.500 SM yang kemudian terdesak(invasi) dan bercampur dengan ras Mongoloid dari daratan Asia 5.000 tahun yang lalu(Adat Karo hal. 15, Darwan Prints). Sehingga para ahli dan pemerhati sejarah Karo menganut teori bahwa suku bangsa Karo merupakan percampuran antara ras Negroid dengan ras Mongoloid. (Lihat 


Brahma Putro dalam bukunya yang berjudul “Karo dari zaman ke zaman” mengatakan kalau Aru/Haru telah ada pada abad I Masehi dengan raja pertamanya bernama(kisah kebesaran Pa Lagan ini juga tersirat dalam Babat Sunda dan kitab Manimengelai karya pujangga populer India, Brahma Putro), yang berpusat di Teluk Haru(Langkat). Dan, penyebaran suku Karo ini meliputi keseluruhan wilayah Aru/Haru yang secara garis besar meliputi Sumatera bagian utara(termasuk Aceh), timur, dan tengah.  Keberadaan suku Karo di Aceh ini dikatakan Brahma Putro dengan adanya kerajaan Karo di Aceh dimana dikatakan juga raja Karo terakhir yang pernah berkuasa di Aceh bernama Manang Ginting Suka. Hal ini juga sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh H. Muhamad Said dalam bukunya “Aceh Sepanjang Abad” (1981), yang mengatakan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan yang mirip Batak(walau tidak secara diteil dijelaskan). H. M. Zainudin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara”(1961) menuturkan bahwa di lembah Aceh Besar selain kerajaan-kerajaan Islam juga ada berdiri kerajaan Karo, yang dalam logat Aceh disebut Karéé. Dan, beliau juga menambahkan bahwa penduduk asli bumi putra dari XXV Mukim bercampur dengan Karo, dan itu-lah yang disebutkan tadi diatas dengan Karéé.

           
Dikemudian hari, terjadi persengketaan antara suku Karo dengan kaum hindu di Aceh, sehingga untuk menyelesaikan pertikaian ini disepakati diadakan perang tanding antara 
tiga ratus(300) orang suku Karo melawan empat ratus(400) kaum Hindu di sebuah lapangan terbuka. Namun pada akhirnya pertikaian ini berakhir dengan damai, dan sejak saat itu suku Karo disana disebut kaum tiga ratus atau Kaum Lhee Reutoih dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus. Kemudian hari terjadi percampuran antara suku Karo dan kaum Hindu, dan kelompok percampuran ini disebut dengan Kaum Jasandang.

           
Kuta Raja sekarang BANDA ACEH Titel: "Roemah Perendèn bij Koetö Radja"  Expeditie Veldtocht met overste Van Daalen naar de Bovenlanden van Aceh Fotograaf:   H.M. Neeb Verv.jaar: 1904 Kerncollectie Fotografie, Museum Volkenkunde Source : geheugenvannederland.nl
Sapo Karo di Kuta Raja (Banda Aceh) 
Selain dari pada apa yang telah dikemukakan diatas, keberadaan suku Karo di Aceh juga mendapat konfirmasi dari sejarah kerajaan 
Nagur(di Sumatera Timur sektar abad ke-5 Masehi) yang juga tersirat dalam sejarah suku bangsa simalungan, yang dimana diceritakan  saat ke-empat raja besar dari Siam dan India hendak mengimvasi wlayah sekitar Aceh dan Langkat(Sumatera Utara) dihadang oleh penduduk suku asli, dan mungkin saja yang dimaksud adalah  Aru/Haru(Karo) mengingat penduduk yang mendiami perbatasan Aceh dan wilayah Sumatera bagian utara adalah etnis Karo. Dan, juga dapat kita lihat dari beberapa nama tempat di Aceh yang sangat identik dengan dialek , bahasa, dan tradisi Karo, seperti: Kuta Raja(sekarang Banda aceh), Kuta Bunjei(Bingei) di Aceh Timur,Kuta KarangKuta AlamKuta LubokKuta Laksamana Mahmud,Kuta CanéBelang KejerenBelang BintangBelang PidieLau SigalagalaLau DeskiLau PerbungaLau KingaDanau Lau TawarLau BingeSimpang Simadam,Semelue(mungkin Simalem), dll. 


       Diyakini,hindu sudah masuk ke nusantara, juga ke Karo(Aru/Haru) di awal-awal tahun Masehi,dimana dipercaya aksara Palawa(wenggi) mulai diperkenalkan bersaman dengan bahasa Sansekerta,dan diikuti oleh Budha lima abad kemudian (abad ke-5 M) bersamaan dengan masuknya aksara Nagariyang diyakini menjadi cikal bakal lahirnya tulisen karo), aksara Melayu Kuno, JawaKuno, Batak, dll. Mereka(misionaris zending Hindu) merupakan penganut Senata Dharma. Hal ini didukung dengan ditemukannya sebuah inskripsi pada batu bertulis di Lobu Tua, dekat Barus (pantai barat Sumatera bagian Utara), yang ditemukan oleh G.J.J. Deuts pada tahun1879 M. Tulisan tersebut di tahun 1932 oleh Prof. Nilakantiasastri, guru besar dari Universitas Madras diterjemahkan. Maka, diketahuilah bahwa pada tahun 1080 M, di Lobu Tua tak jauh dari Sungai Singkil ada permukiman pedagang dari India Selatan. Mereka orang Tamil yang menjadi pedagang kapur barus yang menurut tafsiran  membawa pegawai dan penjaga-penjaga gudang kira-kira 1. 500 orang.  Mereka diyakini berasal dari negeri-negeri di Selatan India, seperti: Colay(Cōla), Pandya(Pandyth), Teykaman,MuohamMalaylam, dan Kalingga (Orysa). Sekitar tahun 1128-1285 M karen terdesak oleh misi dagang dan siar Islam yang dilakukan serdadu dan pedagang Arab serta Turki(ada beberapa ahli berpendapat jikalau mere terdesak oleh sedadu Jawa, Minang, ataupun Aceh), maka kaum Tamil di Barus mengungsi ke pedalaman Alas dan Gayo (di Kabupaten Aceh Tenggara), dan kemudian mendirikanKampung Renun. Ada juga yang menyingkir lewat Sungai Cinendang, lalu berbiak di pelosok Karokemudian mendirikan kuta(kampung) Lingga, serta Sembiring Singombak yang diantaranya: Sembiring Brahmana, Pandia, Colia, Guru Kinayan, Keling, Depari, Pelawi(Pahlawi/Palawa), Bunu Aji, Muham, Busok, meliala, Maha, Tekang(Teykang), Pande Bayang, dan Kapur. “Bayangkan, bangsa dari negeri yang jauh berlayar ke nusantara dengan peradaban yang tinggi harus berbaur dan mau mengaku Karo demi sebuah kehidupan. Dari hal ini dapat kita asumsikan kalau Haru(Karo) itu adalah tempat yang nyaman bagi seluruh bangsa dan juga telah memilik peradapan yang tinggi pula.”

Menurut tafsiran(berdasarkan data yang ada), kita dapat berasumsi bahwa Bangsa Tamil yang sudah berbiak dan ber-merga di Karo itulah membawa budaya Hindu ke Karo dan diadaptasikan dengan kepercayaan pemena yang telah ada di Karo, dan bukan tidak mungkin yang pernah berkembang di Selatan India, karena jika ditinjau dari segi bahasa,Pemena=pertama, awal, dasar. Bandingkan dengan Senata Dharma(Hindu) yang juga berarti senata = awal, dasar, dll; dharma = ajaran, kepercayaan, dll; jadi, Senata Dharma = kepercayaan(agama) pertama. Jadi, dari segi ini kita sepakat, bukan? Namun, tidak cukup ditinjau dari segi bahasa saja. Ada beberapa tradisi Pemena yang sama dengan Senata Dharma, diantaranya: upacaraPakuwaluh(membakar dan menghanyutkan abu jenazah) yang dilakukan di Lau Biang(Lau: sungai, biang: anjing) dengan dimasukkan dalam sebuah guci diatas perahu dengan panjang sekitar satu meter. Mengapa dilakukan di Lau Biang? Dalam tafsiran masyarakat dahulu, Lau Biang yang perpanjanganya adalah Sungai Wampu di Langkat mengalir ke Selat Malaka dan dari sana dengan tuntunan roh-roh akan mengalir ke Samudra Hindia dan selanjutnya akan sampai di Sungai Gangga di India.

Bukan itu saja, banyak tradisi di Karo yang sama dengan kebiasaan masyarakat di Selatan India, antara lain: masyarakat Karo dahulu selalu melakukan doa di malam bulan purnama serta menyanyikan mangmang/tabas(mantra/doa) dengan cara ngerengget seperti para pendeta Hindu melantunkan mantr; Mbesur-besuri, nengget, mbaba anak ku lau, erpangir, ergunting,erkiker(memotong gigi), dll. Dan, dahulu wanita-wanita di Karo juga suka membuat titik merah dikeningnya seperti halnya yang dilakukan wanita-wanita di India(sekarang juga bagi pemeluk kepercayaan pemena). Ikuti link ini:  dan dengarkan lagu ke-5, dimana seorang melantunkan mangmang/tabas(mantra) Karo (Title : Sumatra. 14, Berastagi and Kampung Doulu, Kabanjahe, North Sumatra; Creator : Margaret J. Kartomi; Contributor : Monash University. Faculty of Arts. School of Music-Conservatorium; Date : 1971; Recording session 1 (30 Dec. 1971 in Berastagi) : No.1. Pencak (continued from MK1-SUM0147) ; No.2. Gelang-gelang ; No.3. Pencak ; No.4. Mulih-mulih ; No.5. Mantera)

Dalam hal seni, beberapa tafsiran juga muncul, diantaranya rengget(cengkok) Karo yang hampir sama dengan cara orang India untuk melantuntak mantra, suara sarune(serunai) yang tinggi di Karo yang endekna(cara permainannya) sama seperti teknik vocal wanita di India, serta beberapa perkusi Karo yang juga serupa dengan yang ada di India.

     Berdasarkan pada catatan seorang pelaut Cina bernama Fahien yang melakukan perjalanan di tahun 414 M, Aru/Haru sudah ada walau tidak dijelaskan letaknya secara pasti. Dan, abad ke-9 Mkembali muncul beberapa nama kerajaan seperti: Rami(Lamuri[-di] di Aceh), Balus(Barus),Jahé(Sriwijaya), Melayu, dan Harlanj(Aru/Haru/Karo).

            Dalam tradisi Karo sendiri, dikatakan Haru berdiri sekitar tahun 685 M yang berpusat disekitar Teluk Haru(Langkat) dengan rajanya yang pertama bernama Pa Lagan. Dikemudian hari, karena seringnya terjadi peperangan di wilayah-wilayah Haru ini, maka pusat kerajaan mengalami perpindahan ke pedalaman Deli, namun karena saat itu tidak ditemukan kesepakatan akan pusat kerajaan dan kekuasaan maka pada akhirnya kerajaan ini terbagi atas beberapa kerajaan besar dan juga urung-urung. Adapun kerajaan-kerajaan pecahan Haru itu, diantaranya: Kerajaan Haru Mabar,Kerajaan Haru WampuKerajaan Haru Kuta BuluhKerajaan Haru PaséKerajaan Haru Lingga Timur Raya, dan Kerajaan Haru Deli Tua.

     Tahun 860 M, Kerajaan Haru diserang oleh Sriwijaya(Jahé) di Teluk Haru(Langkat) tetapi tidak berhasil, namun banyak penduduk Haru yang pindah ke Alé(Deli Tua) dan Gugung(pegungungan/dataran tinggi Karo) untuk menghindari peperangan. Pada masa-masa inilah banyak masyarakat Aru/Haru(Karo) yang bermigrasi ke pegunungan, sehingga diyakini dimasa ini-lah awal munculnya sebutan kalak jahé(orang hilir) ataupun Karo Jahé(orang Karo dari hilir). Adapun peninggalan serangan Sriwijaya itu ialah para serdadu Sriwijaya yang tertinggal dan tertawan yang kemudian beradaptasi dengan budaya Karo dan masuk menjadi bagian salah satu dari merga Karo-korosub-merga Karo-karo Paroka.

Di tahun 1000 – 1449 M di Eropah diketahui setidaknya 12 orang telah menggunakan kataMunthé(Muté) ini dibelakang namanya, salah satunya adalah Ascricus van Munthe(1072) dariVlanderen yang sekarang merupakan wilayah Belgia. Apakah mungkin Munte yang di Sumatera sudah sampai di Belgia di Tahun 1000? Jika kita berpatok pada masa kemunculan kerajaan Haru(Karo), Nagur(Simalungun), dan Padang Lawas serta Pané(Mandailing), ya mungkin saja! Mengingat, setidaknya aktivitas pelayaran internasional di Barus sudah dimulai sejak abad ke-5 M. Bahkan diNorwegiadi abad ke-16 muncul Ludvig Munthe. Mengingat jarak antara Belgia dengan Norwegia yang sangat jauh(…) apakah keluarga Munté Belgia ini sama dengan Munté di Norwegia? Namun, jika ditinjau dari faktor waktu(tahun 1000 – 1500’an) dan geografis hal ini juga sangat memungkinkan terjadi, mengingat pelabuhan Belgia yang berhadapan langsung dengan Laut Norwegia melalui Laut Utara yang diapit kepulauan Britania Raya di barat dan di sebelah timur dikelilingi BelandaJerman, dan Denmark. Bahkan, silsilah dari Ludwig Munthe(1593-1649ini disusun dengan sangat rapih olehSeverre Munthe, dalam buku Familiem Munthe In NorgeSekitar tahun 1995 diperkirakan jumlah keturunannya lebih lima ratus jiwaMunthe di Norwegia ini juga mengakui dan menyatakan bahwaVlanderen(Belgia) adalah tanah asal leluhur mereka dokumen terlampir. Dari cerita diatas, maka timbullah pertanyaan besar: apakah Munte(Munthe) di Belgia, Norwegia, dan wilayah Eropah lainnya mencerminkan atau bahkan satu nenek moyang dengan Munthe yang tersebar di nusantara? Dan, darimanakah alsal Munthe ini sesungguhnya? Ya, itu pertanyaan yang menjadi misteri besar, tetapi setidaknya ada beberapa tradisi yang mendukung keberadaan Munthe itu lebih awal di utara Danau Toba(Karo), yakni: Tradisi Ginting Munthe.itu sendiri, yang didukung oleh tradisi Ginting Pasé, ginting munthe Seraggih Munthe(Simalungun), Dalimute(Labuhan Batu) Karo-karo Sinulingga(tradisi Karo) dan juga tradisi simalungun

Sebuah cerita menarik, pernah dikatakan seorang Anthrofologi ber-merga Munté yang tinggal diMadagaskar asal Norwegia mengunjungi Kuta Ajinembah(Tanah Karo/Larolanden), diantar oleh Pengurus nomensa dan diterima oleh Pendeta pentakosta Ajinembah (1971 )Beliau mengemukakan bahwa leluhurnya berasal dari Ajinembah dan mengatakan  dalam bahasa ibunya dengan mbulan. (Penutur, penduduk Ajinembah, 2001 dalam buku Kenangan Marga Munthe, hal. 221).

Kuta(Kampung) Munte terletak di Kab. Karo, Sumatera Utara dan sekarang menjadi nama sebuah wilayah kecamatan di Kabupaten Karo.
           
Photo GERITEN KARO di Istana Sultan Deli saat masih di Labuhan Deli. P.J. Verth, “Het Landschap Deli op Sumatera”;  TNAG, Deel II, 1877
Geriten Karo di Istana Sultan Deli (1877)
Tahun 1282 M diyakini menjadi tahun awal dimana munculnya satuan politik Aru(Haru/Karo), Artinya, ditahun ini-lah Haru(Aru) mulai secara luas dikenal(khususnya oleh bangsa Eropa) sebagai sebuah kesatuan politik(kerajaan/negeri), dan diyakini berdekatan dengan masa ini di pedalaman Samosir muncul sebutan i raja batak Hal ini sangat didukung oleh 
beberapa studi-studi etnisitas dan pengkajian sejarah Batak, yang mengatakan jikalau. tepatnya di gunung Pusuk Buhit(di P. Samosir) yang hidup bersamaan dengan masa Kerajaan Haru(Karo), Padang Lawas danPane(Mandailing Tua), Sriwijaya(Palembang), Majapahit(Jawa), Pagaruyung(Minang), dll. Ditinjau dari aspek ruang dan waktu, tentunya Si Raja Batak pastilah rakyat atau aktivis dari salah satu kerajaan tersebut diatas, atau- bahkan biasa juga merupakan penentang dari kerajaan-kerajaan tersebut, hingga membuatnya harus mengungsi ke pedalaman di Samosir. Ada beberapa pendapat yang mengatakan, Si Raja Batak adalah gubernur dari raja Pagaruyung di Tapanuli, hal ini didukung oleh adanya patung yang menyerupai apa yang ada di Pagaruyung dan dipercaya patung tersebut memang dibawa dari kerajaan Pagaruyung. Dan, Si Raja Batak sendiri secara berkala mengirim upeti dan menerima utusan-utusan raja Pagaruyung dengan baik sebagai pembuktian setia dan pengabdianya kepada raja Pagaruyung. Namun, tidak jarang juga ahli dan budayawan yang mendukung teori bahwa Si Raja Batak adalah pejabat Sriwijaya di Portibi, Padang Lawas, dan Timur danau Toba(Simalungun) yang dikemudaian hari harus mengungsi ke pedalaman Samosir akibat serangan dari Majapahit, dan gelar raja sendiri diberikan oleh keturunannya kepadanya bukan karena kekuasaan, melainkan oleh karena teladan serta untuk mengenang jasa-jasanya.

Tahun 1331 M dibawah pinpinan Maha Patih Gajahmada kerajaan Majapahit menyerangHaru, tetapi gagal menaklukkan Haru, sehingga beberapa serdadunya yang tertinggal dan tertawan menjadi rakyat Haru dan masuk menjadi salah satu merga Peranginangin dengan sub-mergaPeranginangin Jab.

Dalam Sejarah Majapahit sendiri, nama Haru berulang kali disebut-sebut, hal ini menjadi bukti akan kebesaran Kerajaan Haru di-zaman itu dan menjadi salah satu negara kuat yang susah untuk ditaklukkan oleh kerajaan terbesar di nusantara ini(Majapahit), membuat seorang maha patih menjadi resah dan mengikrarkan sumpah akan menaklukkannya. Kisah ini juga dengan jelas diceritakan dalam buku “Karo dari Jaman ke Jaman” karya pujangga terkenal India yang bernama Brahma Putro. Berikut petikan sumpah palapa dari Maha Patih Gajah Mada, Patih Amangkubhumi Majapahit.

Sumpah Palapa adalah suatu pernyataan/sumpah yang dikemukakan oleh Gajah Mada saat upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit , tahun 1258 Saka (1336 M). Sumpah Palapa ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan Pararaton yang berbunyi, sebagai berikut:


Sejarah Dinasti Ming menyebutkan bahwa penguasa Haru, mengirimkan upeti pada Cina tahun 1411 M. Setahun kemudian Haru dikunjungi oleh armada. Pada 1431 M Cheng Ho kembali mengirimkan hadiah pada raja Haru, namun saat itu Haru tidak lagi membayar upeti pada Cina. Pada masa ini Haru menjadi saingan Malaka sebagai kekuatan maritim di Selat Malaka. Konflik kedua kerajaan ini dideskripsikan baik oleh Tome Pires dalam Suma Oriental(disebutkan bahwa kerajaan Haru merupakan kerajaan yang kuat Penguasa Terbesar di Sumatera yang memiliki wilayah kekuasaan yang luas dan memiliki pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh kapal-kapal asing. Dalam laporannyaTomé Pires juga mendeskripsikan akan kehebatan armada kapal laut kerajaan Aru yang mampu melakukan pengontrolan lalu lintas kapal-kapal yang melalui Selat Malakapada masa itu.maupun dalam Sejarah Melayu. Dimana sebelumnya di tahun 1282 M Haru mengirim misi ke Tiongkok.

Dalam ekspedisi maritim Tionghua tahun 1413 M Ying-yai Sheng-lam, disebutkan “A-lu(Aru, Haru/Karo)” merupakan penghasil kemeyan; dan sumber Tionghua lainnya Hsing-ch’a Sheng Lammenyebutkan “A-lu” sebagai penghasil beras, kemeyam, bahan-bahan aromatik, kamper, dll.

Dalam Wu Pei Shih(Peta Cina, 1433 M) disebutkan, ketika armada Cina berlayar dari arah barat saat hendak kembali ke Cina, mereka melalui kerajaan-kerajaan sebagai berikut: Su Man Ta La(Samudra Pasai), Chu-Shui Wan(Lhok Seumawe), Pa Lu T’hou(Perlak), Kum Pei Chiang(Tamiang), Ya Lu(Haru/Karo), Tan Hsu(Pulau Berhala), dan seterusnya.

Januari dan November 1539 M, Haru diserang oleh Sultan Aceh Al Qadar(Sultan Alaidin Riyad Shah – I) dan kejadian ini dituliskan oleh Ferdinand Mandez Pinto yang merupakan seorang utusan Portugis saat mengunjungi Haru(Haru II/Deli Tua) dari Malaka setelah menempuh lima hari perjalanan hingga sampai di ibu negeri Haru II(Deli Tua).

Tahun 1511 M Haru diserang oleh Malaka namun tidak berhasi. Kemudian ditahun 1515 M Haru kembali diserang kali ini oleh Aceh dan Portugis namun juga tidak berhasil. Dan, para peneliti meyakini dimasa iniliah pusat kerajaan Haru benar-benar berpindah dari Teluk Haru(Langkat) ke Alé(Deli Tua).
Geriten Karo di Istana Maimoon: Geriten adalah rumah penyimpanan tulang belulang leluhur Karo
"Geriten di Istana Maimoon" sumber photo: 
Tahun 1590 M diyakini tahun berdirinya kota medan yang dimana didirikan oleh seorang putra Karo bermerga Sembiring, yang bernama guru palimtipus Bersamaan dengan ini, ditahun 1594 M Seh Ngenana beru Sembiring Meliala atau lebih dikenal dengan sebutanPutri Hijau diangkan menjadi pemimpin(Ratu) Haru. Di masa-masa inilah dapat dikatakan masa-asa kritis Haru, dimana peperangan yang terus-menerus membuat wilayah Haru semakin terdesak ke pedalaman gugung(pegunungan Karo) dan melemahkan posisi Haru itu sendiri, maka ditahun 1632 M diyakini Haru(Alé) di Pesisir Pantai Timur Sumatera bagian Utara resmi takluk. Hal ini ditandai dengan pengangkatan Gocah Pahlawan menjadi Raja(Sultan) Deli. Dengan tegaknya Deli membuat supremasi Haru(Karo) di wilayah pesisir pantai timur benar-benar hilang, namun ada beberapa kerajaan urung Haru(Karo) yang masih tegak berdiri dan menjadi wilayah independen terbatas, seperti: Kerajaan Urung Serbanyaman(Sunggal) yang dipinpin oleh Datuk Sunggal ber-merga Karo-karo SurbaktiUrung Senembah yang dipinpin oleh merga Karo-karo BarusUrung Hamparan Perak(Sepuluh Dua Kuta/XII Kuta) yang dipinpin oleh Sembiring Pelawi(keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi/pendiri kota Medan), dan Urung Suka Piring yang juga dipinpin oleh seorang dari merga Sembiring Pelawi.

          Dalam suratnya kepada bertahunkan 1539 M   mengatakan Aceh telah menyerang Haru sebanyak dua kali, yakni di bulan Januari dan November 1539 M. dan  saat tiba di Aceh tertanggal 21 Juni 1599 mengutarakan beberapa kerajaan besar di Sumatera,  dan Aceh. Di-tahun 1591 MAli Jalal menumpas pasukan Aceh dan berhasil mengalahkanya di Haru yang dimana tahun 1612 M Aceh kembali menyerang balik, dilanjutkan denga serangan di tahun 1624 M yang menjadi titik runtuhnya kerajaan Haru di kawasan pesisir serta takluk kepada Aceh. Dengan demikian, kekuatan Haru hanya tinggal di-kawasan pegunungan Karo saja yang hingga kedatangan Belanda belum bisa ditaklukkan oleh kerajaan-kerajaan lainnya terkhususnya Aceh. Baru di-tahun 190m kolonial Belanda berhasil mengalahkan kerajaan Haru terakhir(Haru Kuta Buluh/Kesebayaken Kuta Buluh) dan menjatuhkan hukuman kurungan seumur hidup kepada (raja) Haru Kuta Buluh,(Pa Tolong). Dengan demikian seluruh wilayah Haru(Karo) telah takluk!
          Dari penggalan-penggalan fakta sejarah diatas, maka kita dapat menarik beberapa kesimpulan, yang mungkin jika kita berpaling pada tradisi-tradisi yang ada(opini publik yang digiring baik sengaja atau tidak) akan terasa janggal, diantaranya:

1.   
Geriten(monumen) Togan Raya - Batu Malar
Geriten(munumen) Togan Raya-Batu Malar.  Tugu peringatan
kedatangan manusia pertama suku Karo yang  berasal dari
daratan India sekitar 200 Tahun Sebelum Masehi.
Suku bangsa Karo telah ada diawal bahkan sebelum memasuki tahun Masehi. Hal ini merujuk pada tahun-tahun yang diyakini berdirinya kerajaan Haru(Karo), setidaknya antara priode abat I hingga abad ke-6. Logika-nya, untuk membentuk ataupun mendirikan sebuah kerajaan besar, tidak-lah mungkin dalam waktu yang singkat, dengan ilmu pengetahuan yang minim, serta jumlah sumber daya manusia yang cukup. Dalam tradisi Karo, untuk membentuk satuan administrasi kuta(satuan/kerapatan dari beberapa kesain) saja harus setidaknya memiliki kelengkapan diantaranya seperti berikut:

-      Terdiri dari beberapa kesain yang telah berkembang, sehingga nantinya akan disatukan(dinaikkan setatusnya) menjadi kuta.
-      Memiliki rumah adat yang menjadi tempat tinggal dan pertemuan. Serta perangkat-perangkat dalam rumah adat ini juga telah terpenuhi, baik kebendaannya maupun organik(penghuni).
-      Memiliki kesain(beranda desa/alun-alun) sebagai tempat pertemuan, bermain anak-anak, penjemuran dan penumpukan hasil tani terkhususnya padi. Dalam sebuah kuta, setidaknya harus memiliki satu kesain dan untuk kuta-kuta yang besar bahkan lebih dari tiga atau empat kesain.
-      Memiliki jambur sebagai tempat pertemuan, lumbung pangan, tempat muda/i bercengkramah dan belajar, tempat memasak saat pesta, tempat lajang tidur dimalam hari, dan tempat pertandang(musafir/tamu) bermalam;
-      Memiliki geriten sebagai tempat mengumpulkan/menyimpan tulang belulang leluhur yang dianggap sebagai tokoh/teladan di kuta tersebut;
-      Memiliki peken(reba) sebagai tempat anggota kuta untuk menanam tanaman keras yang diana luasnya ditentukan oleh pertemuan baluren(lembah);
-      Memiliki pendonen sebagai tempat mengubur zenajah anggota kuta;
-      Memiliki perjuman yang merupakan berbatasan denga peken yang diperuntukkan bagi warga umum dan juga tanaman umum;
-      Memiliki kerangen(hutan) sebagai pengimbang alam, pemasok udara, dan air segar bagi masyarakat desa yang dimana ada larangan untuk menebang pohon(hanya boleh mengambil ranting sebagai kayu bakar), disampin kerangen ada juga deleng rimbun raya dimana di hutan ini-lah baru diperbolehkan menebang kayu untuk memproduksi balok-balok besar untuk keperluan bangunan maupun untuk dijual;
-      Memiliki barung  yang merupakan tempat mengembalakan hewan jinak, berupa padang rumput yang luas namun terbatas atau bisa dikatakan lokasi peternakan alam;
-      Memiliki Perjalangen yang merupakan padang rumput luas dan tak terbatas. Dimana hewan ternak bebas berkeliaran dan tidak digembalakan;
-      Memilik tapin(MCK umum) yang minimal satu kuta harus memiliki dua lokasi tapin yang berjauhan, karena adanya adat rebu(tidak saling sapa) dalam adat Karo;
-      Memiliki buah uta-uta  sebagai tempat pemujaan atau persembahyangan bagi penganut ajaran Pemena(agama/kepercayaan Karo).

Itu-lah syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh setatus kuta! Itu masih dalam hal perangkat, belum lagi proses pendiriannya yang tentunya memakan waktu yang panjang. Bagaimana pula jika mendirikan sebuah kerajaan Urung ataupun Kesebayaken? Hm.. mungkin butuh waktu sekurang-kurangnya 100 tahun, bukan begitu? Jadi, sangatlah masuk akal jika Karo itu sudah ada diawal-awal atau bahkan sebelum memasuki tahun Masehi, mengingat masa pendirian dari kerajaan besar Haru(Karo).

2.   Karo, telah ada saat masa kemunculan Si Raja Batak(abad ke-13). Maka, muncullah pertanyaan!Mungkinkan Karo juga keturunan dari Si Raja Batak yang dalam tradisi Batak(Toba) adalah nenek moyang seluruh bangsa Batak? Dimana notabene-nya Karo lebih tua dari Si Raja Batak! Jadi, dalam hal ini terbukti bahwasanya karena Karo lebih tua dari Si Raja Batak, atau setidaknya hidup kerajaan Aru/Haru(Karo) bersamaan dengan masa hidup Si Raja Batak, jadi dalam hal ini perlulah kiranya jangan lantas kita menerima begitu saja ataupun menjatuhkan vonis kepeda seseorang ataupun kelompok etnis atas dasar opini umum publik semata!

3.   Karo = Haru = Aru = Alé = A-lu = Ya-lu = Ya lo = Carrow = Karau = Karaw = Haro = Harw = Haraw = Harladji = Harlanj = Haro-haro = Guru = Gori.

4.   Kerajaan Haru Karo (Kuta Buluh) adalah kerajaan terakhir, setidaknya di Sumatera bagian Utara yang ditaklukkan oleh kolonial Belanda. Dan, tidak ada dalam sejarah tentang adanya bangsa dan negeri Batak seperti yang digembar-gemborkan seperti pada saat ini. Dan, tidak ada sejarahnya suku bangsa Karo hidup di negeri Batak ataupun berajakan raja Batak. Yang ada dan berkuasa di Karo: Sibayak-Sultan, Raja Urung, Pengulu, Pengulu Kesain, dll.